ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN PREDIKSI KERUGIAN PETANI (Studi di Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo)
Pengarang: Rr. Endah Retnowati
Penerbit: BPN RI STPN
Tempat Terbit: Banjarbaru
Tahun Terbit: 2014
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: -
Subjek: -
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sangat rawan terhadap bencana tanah longsor. Sebagian besar daerah tersebut memiliki lereng lebih dari 40 %, berjenis tanah latosol dan mempunyai curah hujan yang tinggi. Bencana tanah longsor di daerah ini menimbulkan kerugian harta benda dan jiwa termasuk kerusakan tanah pertanian sehingga menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi petani.

Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan sebaran daerah rawan dan risiko bencana tanah longsor dalam bentuk peta serta mengetahui luas daerah rawan dan risiko di Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Peta tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis prediksi kerugian produksi
pertanian akibat bencana tanah longsor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan keruangan. Data dikumpulkan dari anggota populasi untuk menentukan status populasi pada waktu dilakukan penelitian. Metode analisisnya ditekankan pada variabel ruang.

Hasil penelitian menunjukkan daerah di Desa Hargotirto mempunyai tingkat rawan longsor tinggi sebesar 48,28 %, tingkat rawan longsor sedang sebesar 48,83 % dan tingkat rawan longsor rendah sebesar 2,89 % dari seluruh wilayah desa. Untuk Peta Risiko Bencana Tanah Longsor Desa Hargotirto dapat
dilihat bahwa dusun yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor sebanyak 7 tujuh) dusun, yaitu Tirto, Crangah, Sungapan I, Sungapan II,Sebatang, Soropati dan Teganing II, tingkat risiko sedang sebanyak 2 (dua) dusun
yaitu Nganti dan Teganing III dan tingkat risiko rendah sebanyak 5 (lima) dusun yaitu Menguri, Sekendal, Keji, Segajih dan Teganing I. Hasil analisis prediksi kerugian petani diketahui bahwa semakin besar luas tanah pertanian maka relatif
semakin besar kerugian yang diderita oleh petani.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran:
Lihat konten
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak:
Nomor Panggil:
Eksemplar: 1
No. Kode Status
1. 00p2667 Tersedia