ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
DAMPAK LAHAR DINGIN TERHADAP PERUBAHAN HARGA TANAH PADA KAWASAN TERDAMPAK DI KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pengarang: KHABIB SURACHMAN
Penerbit: BPN RI STPN
Tempat Terbit: Banjarbaru
Tahun Terbit: 2014
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: -
Subjek: -
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Bencana alam erupsi gunung Merapi pada tahun 2010 telah menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat di lereng Gunung Merapi terutama daerah lereng dan daerah aliran lahar. Setelah terjadi bencana erupsi tahun 2010 terjadi dinamika harga tanah di wilayah Kecamatan Cangkringan khususnya untuk daerah kawasan terdampak. Kondisi tersebut menjadikan penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang harga tanah pada kawasan terdampak erupsi Merapi di Kecamatan Cangkringan.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui sebaran harga tanah pada daerah aliran lahar dingin setelah terjadi bencana dan faktor yang mempengaruhi harga tanah di Kecamatan Cangkringan. Harga tanah yang akan diteliti yaitu harga tanah sebelum erupsi dan pasca erupsi Merapi yang diperoleh dari jual beli tahun 2008 sampai dengan 2014 yang dicatat oleh PPAT dan telah dilaporkan kepada Kantor Pertanahan. Faktor faktor yang mempengaruhi adalah jarak lokasi penelitian dengan pusat erupsi, aksebilitas umum, jarak ke pusat ekonomi dan penggunaan tanah. Bidang tanah yang berada dalam radius 500 meter dari pusat sungai.

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling bertujuan (purposive sampling). Dalam penelitian ini peneliti memperoleh sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data yang dilakukan adalah klasifikasi data yang kemudian dituangkan dalam bentuk peta dan sanding tabel.

Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa Kejadian erupsi Gunung Merapi tahun 2010 telah menyebabkan harga tanah di Kecamatan Cangkringan mengalami penurunan karena masyarakat merasa trauma dengan bencana erupsi Merapi 2010. Namun dari tahun ke tahun harga tanah kemudian mengalami kenaikan dan mendekati kondisi sebelum terjadi bencana erupsi Merapi. Pasca erupsi Merapi 2010 persebaran transaksi jual-beli tanah tidak merata. Faktor yang mempengaruhi harga tanah di Kecamatan Cangkringan adalah faktor sosial dan faktor spasial. Faktor sosial terdiri dari: a)kodisi psikologis masyarakat pasca erupsi Merapi tahun 2010, b)kentalnya adat istiadat jawa di daerah Cangkringan, c)penetapan KRB di Kecamatan Cangkringan. Faktor spasial yang berpengaruh adalah : a) jarak lokasi tanah dengan pusat erupsi gunung Merapi, b) aksebilitas umum, c) jarak ke pusat ekonomi d) penggunaan tanah.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran:
Lihat konten
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak:
Nomor Panggil:
Eksemplar: 15
No. Kode Status
1. 00pp1139 Tersedia
2. 98pp20900 Tersedia
3. 00pp1138 Tersedia
4. 98p19634 Tersedia
5. 98pp20901 Tersedia
6. 98pp20903 Tersedia
7. 98p19633 Tersedia
8. 98p19637 Tersedia
9. 00pp1136 Tersedia
10. 98pp20904 Tersedia
11. 00pp1137 Tersedia
12. 98p19631 Tersedia
13. 98p20902 Tersedia
14. 98p19636 Tersedia
15. 00pp1140 Tersedia