ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
IMPLEMENTASI LARASITA DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN GROBOGAN
Pengarang: TULUS WASONO PUTRO
Penerbit: STPN Yogyakarta
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2012
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xi, 100 hlm.: ilus.; 30 cm
Subjek: Larasita
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Berbagai keluhan masyarakat terhadap kurangnya kualitas pelayanan merupakan salah satu indikator yang menunjukkan belum memadainya pelayanan yang diberikan oleh aparatur birokrasi. Menyikapi hal tersebut Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI) melakukan inovasi dan terobosan dalam hal pelayanan publik dengan diluncurkannya program Layanan Rakyat untuk Sertipikasi Tanah (Larasita). Sesuai Pasal 1 ayat (1) Peraturan Kepala BPN RI Nomor 18 tahun 2009, Larasita sebagai kantor pertanahan bergerak, yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagaimana Kantor Pertanahan. Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan adalah salah satu kantor yang menjalankan Program Larasita. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Larasita di Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan, serta kendala yang dihadapi dalam implementasi Larasita di Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah. Teknik penjaringan informan menggunakan metode purposive, karena peneliti mengetahui orang-orang yang akan dijadikan informan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Larasita di Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan dilakukan dalam beberapa tahapan, diawali dengan penetapan sasaran program, pengorganisasian, pendelegasian kewenangan,
sosialisasi, dan diakhiri dengan pelaksanaan Larasita. Kegiatan Larasita tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 dari 7 (tujuh) tugas pokok dan fungsi Larasita ada 4 (empat) yang terlaksana yaitu; a). Melakukan pendeteksian awal tanah-tanah yang diindikasikan bermasalah. Menerima pengaduan masyarakat atas tanah yang diindikasikan bersengketa status kepemilikannya. b). Memfasilitasi penyelesaian tanah bermasalah yang mungkin diselesaikan di lapangan. Seperti yang telah dilaksanakan di Desa Candisari Kecamatan Purwodadi tentang masalah batas
kepemilikan tanah anatara tanahnya suliyem dan supardi. c). Menyambungkan program Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat, terkait sertipikasi tanah yang lebih murah, mudah dan lebih cepat. d). Meningkatkan dan mempercepat legalisasi aset tanah masyarakat.

Larasita tidak hanya melayani pada daerah yang jauh dari ibukota kabupaten secara keseluruhan, tetapi Larasita juga melayani pada daerah yang keberadaannya dekat dengan ibukota kabupaten. Kendala yang dihadapi terkait 7 (tujuh) tugas dan fungsi Larasita yang belum terlaksana antara lain: a). Penyiapan masyarakat dalam pelaksana pembaharuan Agraria Nasioanal (Reforma Agraria), tidak adanya obyek reforma agraria. b). Pelaksanaan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanahan, belum adanya kerjasama antara Kantor Pertanahan dengan stakeholder terkait. c). Pendeteksian awal atas tanah-tanah terlantar, karena pelaksanaan Larasita dari tahun 2009 sampai dengan 2011 hanya terfokus pada jenis kegiatan legalisasi aset tanah.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran:
Lihat konten
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak:
Nomor Panggil:
Eksemplar: 10
No. Kode Status
1. 00pp539 Tersedia
2. 00pp538 Tersedia
3. 00pp544 Tersedia
4. 00pp535 Tersedia
5. 00pp537 Tersedia
6. 00pp540 Tersedia
7. 00pp541 Tersedia
8. 00pp542 Tersedia
9. 00pp536 Tersedia
10. 00pp543 Tersedia