ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
KONSOLIDASI TANAH PERTANIAN SEBAGAI STRATEGI PENATAAN PERTANAHAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA III MERAPI (Studi di Pedukuhan Kaliadem Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman)
Pengarang: SEPTIYANI
Penerbit: STPN Yogyakarta
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2012
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xv, 91 hlm.: ilus.; 30 cm
Subjek: Konsolidasi Tanah
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Material erupsi Gunung Merapi 2010 telah meratakan 9 (sembilan) Pedukuhan di KRB III Gunung Merapi sehingga menyebabkan hilangnya batas fisik bidang tanah, titik ikat, tempat tinggal dan lahan usaha warga di sekitar Gunung Merapi. Menurut peneliti kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman berupa rekonstruksi batas dan IP4T perlu untuk ditindaklanjuti dengan kebijakan penataan pertanahan. Peneliti memilih konsolidasi tanah pertanian sebagai alternative kebijakan di Dukuh Kaliadem karena dengan konsolidasi tanah pertanian lahan usaha yang hilang dapat dihidupkan kembali, bidang-bidang tanah yang belum didaftarkan dapat segera didaftarkan, fisik yang telah rata dengan material vulkanik dapat ditata lebih teratur dengan penambahan akses jalan dan irigasi, sehingga tercapai lingkungan yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui alternative kebijakan apa saja yang telah dilaksanakan pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman dan memilih alternative konsolidasi tanah pertanian sebagai kebijakan yang dianggap dapat dilaksanakan , 2) untuk mengetahui faktor-faktor SWOT (Strengths, Weakneses, Opourtunites dan Threat) terhadap konsolidasi tanah pertanian, 3) untuk mengetahui desain konsolidasi tanah pertanian.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Dukuh Kaliadem, Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Wawancara dilakukan terhadap informan secara purposive antara lain Kepala Subseksi Landreform dan Konsolidasi tanah serta Kepala Dukuh Kaliadem dan warganya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisi SWOT.

Berdasarkan penelitian kebijakan yang telah dilaksanakan pemerintah adalah pendirian hunian sementara dan hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Merapi, sedangkan kebijakan yang telah dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman adalah rekonstruksi batas dan IP4T. Peneliti memilih konsolidasi tanah sebagai kebijakan yang dapat dilaksanakan di Pedukuhan Kaliadem dengan menganalisis faktor-faktor SWOTnya. Faktor-faktor yang menjadi strengths (kekuatan) meliputi: adanya keinginan yang besar dari pihak Kantor Pertanahan Sleman khususnya Subseksi Landreform dan Konsolidasi Tanah, kegiatan rekonstruksi batas bidang tanah dan IP4T pasca erupsi Gunung Merapi dan Pengalaman Kantah Sleman dalam pelaksanaan konsolidasi tanah, pelaksanaan konsolidasi tanah di lokasi bencana pasca tsunami di Aceh. Faktor yang menjadi weakness (kelemahan), yaitu belum adanya kesamaan persepsi Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman tentang pelaksanaan konsolidasi tanah untuk dilakukan di Dukuh Kaliadem. Faktor-faktor yang menjadi opportunities (peluang) meliputi: karakteristik masyarakat Dukuh Kaliadem yang taat terhadap keputusan pemerintah, warga Dukuh Kaliadem tidak ingin melepaskan hak atas tanahnya, Peraturan Bupati Sleman No. 20 Tahun 2011 Tentang Kawasan Rawan Bencana, dan wilayah Dukuh Kaliadem yang fisiknya 100% tertimbun material vulkanik. Faktor-faktor yang menjadi Threats (ancaman) terdiri dari: Siklus erupsi Gunung Merapi, Pemerintah Kabupaten Sleman yang lambat dalam menentukan strategi penataan pertanahan pasca erupsi Gunung Merapi, kesulitan yang muncul pada saat pelaksanaan tahapan-tahapan Konsolidasi tanah, biaya konsolidasi tanah, Pasal 32 ayat (1) UU No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Dari hasil analisis SWOT dapat disimpulkan konsolidasi tanah pertanian dapat dilaksanakan di Dukuh Kaliadem.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran:
Lihat konten
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak:
Nomor Panggil:
Eksemplar: 4
No. Kode Status
1. 91p2583 Tersedia
2. 91p2582 Tersedia
3. 91p2585 Sedang dipinjam sampai 2 November 2022
4. 91p2584 Tersedia