ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
RELOKASI WARGA PASCA ERUPSI MERAPI 2010 (Studi Di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten)
Pengarang: ILHAM ADHA INDRADEKA
Penerbit: STPN Yogyakarta
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2012
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xiv, 91 hlm.: ilus.; 30 cm
Subjek: Erupsi Merapi
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Pada tanggal 26 Oktober 2010, terjadi erupsi Merapi yang berakibat jatuhnya korban jiwa, harta benda, permukiman dan lingkungan warga desa di lereng Gunung Merapi. Salah satunya Desa Balerante sebagai satu-satunya desa di Kabupaten Klaten yang terkena dampak paling besar. Erupsi Merapi yang terjadi, merusak tujuh pedukuhan di Desa Balerante. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten mengeluarkan kebijakan yaitu merencanakan relokasi warga Desa Balerante. Tanggapan warga terhadap rencana relokasi adalah menolak. Terhadap permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor yang menjadi hambatan terhadap rencana relokasi, (2) Mengetahui upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dan Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten dalam menanggulangi permasalahan relokasi yang terjadi.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan dengan menggunakan (1) Wawancara, dilakukan dengan menggunakan panduan wawancara terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klaten, Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten, Bappeda Kabupaten Klaten, Aparatur Desa Balerante dan Masyarakat Desa Balerante yang menolak relokasi, (2) Studi dokumen dilakukan terhadap dokumen, peta-peta dan daftar peraturan penanggulangan bencana, dan (3) Observasi, dilakukan melalui pengamatan langsung di lapangan yang hasilnya berupa dokumentasi foto rencana tempat relokasi.

Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang menjadi hambatan terhadap rencana relokasi yaitu faktor intern dan faktor extern. Faktor intern meliputi (1) Ekonomi (Luas Tanah), (2) Kedudukan dan Tanggungjawab, (3) Sosial Masyarakat, (4) Lingkungan Pegunungan, (5) Sejarah (Historis), (6) Kepemilikan, (7) Ketidakpercayaan Kepada Kebijakan Pemerintah (Tempat Relokasi di Dusun Tegalweru), (8) Jarak Lokasi, (9) Adat Istiadat Pekewoh. Faktor extern meliputi (1) Penguasa/Pemerintah, (2) Peraturan Perundang-Undangan, (3) Dukungan Pemerintah. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Klaten dan Kantor Pertanahan Kabupaten Klaten dalam menanggulangi permasalahan relokasi, yaitu (1) Meminimalisasi kehilangan Kepemilikan dan Ekonomi, (2) Meminimalisasi Ketidakpercayaan Kepada Kebijakan Pemerintah (Tempat Relokasi di Dusun Tegalweru) dan Penguasa/Pemerintah, (3) Meminimalisasi Jarak Lokasi, (4) Menyelaraskan Peraturan Perundang-Undangan, (5) Menata Lingkungan Pegunungan.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran:
Lihat konten
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak:
Nomor Panggil:
Eksemplar: 10
No. Kode Status
1. 04pp0281 Tersedia
2. 04pp0279 Tersedia
3. 04pp0280 Tersedia
4. 04pp0278 Tersedia
5. 04pp0277 Tersedia
6. 12p7429 Tersedia
7. 12p7430 Tersedia
8. 12p7428 Tersedia
9. 12p7427 Tersedia
10. 12S9668 Tersedia