ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
Pengembangan Wilayah Konsep Dan Teori
Pengarang: Rahardjo Adisasmita
Penerbit: Graha Ilmu
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2008
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: 978-979-756-337-0
Kolasi: xi, 169 hlm.: ilus.; 23 cm
Subjek: Pembangunan
Jenis Bahan: Buku
Abstrak:
Pentingnya dimensi wilayah (regional) sebagai faktor lokasional dalam perencanaan pembangunan Dimensi Wilayah itu sangat penting dan merupakan faktor yang harus di perhitungkan dalam menganalisis dan menentukan dimana suatu program atau proyek diletakkan dalam perencanaan pembangunan. Wilayah dikonotasikan dengan lokasi suatu kegiatan pembangunan atau kegiatan-kegiatan ekonomi seperti industri atau pabrik,perusahaan dan fasilitas pelayanan,dengan demikian pemilihan atau penentuan lokasinya akan berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan-kegiatan tersebut. Jika penentuan lokasinya dilakukan secara tepat ,maka diharapkan kegiatan tersebut akan berlangsung secara produktif dan efisien, tetapi dapat pula sebaliknyayaitu pemilihan lokasi yang salah akan mengakibatkan kegiatan tersebut tidak produktif dan tidak efisien ,oleh karena itu pemilihan lokasi dari setiap kegiatan usaha harus dipertimbangkan secara cermat dan tepat. Penentuan lokasi suatu industri atau unit produksi pada umumnya dikaitkan dengan lokasi sumber bahan mentah dan wilayah pasarnya. Kriteria yang digunakan dapat bermacam-macam ,misalnya biaya transportasi yang terendah ,tersedianya sumber tenaga kerja dalam jumlah yang relatif banyakdan murah,tersedianya sumber daya air dan energi yang cukup besar, ataupun daya tarik lainya berupa penghematan daya tarik lokasional dan penghematan aglomerasi menurut salah satu teori lokasi yang dikemukakan oleh Von Thunen (1826) yaitu beberapa jenis produksi pertanian seperti menghasilkan bahan pangan ,susu kehutanan dan sebagainya ditentukan oleh kaitan antara harga komoditas-komoditas yang di jual dipasar perkotaan dan jarak antara daerah produksi dengan pasar penjualan. Alfred Weber(1909) telah mengembangkan analisis penentuan lokasi optimum yaitu lokasi yang mempunyai biaya produksi yang yang terendah yang berarti orientasi transportasi dan orientasi tenaga kerja tenaga kerja dianggap sebagai kekuatan lokasional primer ia mengemukakan sebagai kecenderungan aglomerasi lokasional yaitu menumpuknya berbagai industri di beberapa pusat saja dan tidak membentuk suatu pola persebaran yang merata di wseluruh wilayah. Losch (1944) mengintroduksikan pengertian wilayah pasar, dan perusahaan-perusahaan akan memiliki lokasi nya dimana tendapat permintaan maksimum. Isard (1960) telah menekankan pentingnya kedudukan pusat-pusat urban tingkat nasional (metropolis) dalam kaitanya dengan aglomerasi industri.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak: 600 - P
Nomor Panggil: 658 Adi P
Eksemplar: 3
No. Kode Status
1. 11P5538 Tersedia
2. 11P5539 Tersedia
3. 11P5540 Tersedia