ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
DAMPAK PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) TERHADAP AKSES KREDIT PERBANKAN DI DESA PUNUNG KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR
Pengarang: TIRTA KHALIS
Penerbit: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN STPN
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xiii, 62 hlm.; ilus.; 29 cm
Subjek: Pendaftaran Tanah
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Dampak pandemi Covid-19, angka pengangguran dan kemiskinan meningkat. 88% perusahaan di Indonesia terdampak turut mempersempit ketersediaan lapangan kerja. Sektor UMKM merupakan salah satu sektor yang dapat menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun saat ini 69% pelaku usaha membutuhkan modal usaha dalam menjalankan usahanya. Menggunakan sudut pandang pertanahan, manfaat sertipikat dapat digunakan sebagai akses kredit perbankan. Saat ini Program PTSL meningkatkan jumlah kepemilikan sertipikat di masyarakat. Sehingga situasi pandemi saat ini, kepemilikan sertipikat dapat digunakan masyarakat sebagai akses kredit perbankan dalam menjalankan usaha. Tujuan kajian ini adalah mengetahui dampak PTSL terhadap akses kredit perbankan dalam menjalankan usaha. Menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif dengan pendekatan survei diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap manfaat sertipikat sangat penting. Kemudian dampak sertipikat terhadap akses kredit maupun dampak akses permodalan dalam menjalankan usaha di masyarakat terdapat perbedaan yang signifikan dan berdampak positif pada masyarakat. Melalui kajian ini penulis berharap dapat memberikan informasi mengenai dampak dan persepsi masyarakat terhadap manfaat sertipikat sebagai akses kredit perbankan dan dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam pengambilan kebijakan dalam program sertipikasi sebagai akses ekonomi masyarakat berusaha.
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Referensi
Nomor Rak: 340 - D
Nomor Panggil: 346.043 8 TIR d
Eksemplar: 1
No. Kode Status
1. 21SM0767 Tidak Dipinjamkan