ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
"Kebijakan Air Bersih
Pengarang: Dr. Imam Hanafi, Sos. M.Si.MAB
Penerbit: Universitas Brawijaya Press
Tempat Terbit: Malang
Tahun Terbit: 2011
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: 978-602-8960-59-2
Kolasi: xii,180 hlm. ; ilus. ; 23.5 cm
Subjek: Kebijakan;Air Bersih
Jenis Bahan: Buku
Abstrak:
Intervensi otoritas negara melalul kebijakan publik penting untuk keadilan
distribusi dan pemanfaatan optimal sumber daya air. Namun pemerintah sebagai representasi negara bisa gagal melaksanakannya.
Penelitian ini menganalisis kebijakan privatisasi air bersih dan membuat model kebijakan privatisasi air bersih di Batu, Jawa Timur. Penelitian mengikuti paradigma naturalistik yang menekankan pada pendekatan kualitatif melalui grounded research. Metode pembuatan model didasarkan cara berfikir sistem dan pemetaan kognitif kebijakan menggunakan perangkat lunak Powersim Constructor.
Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan privatisasi air bersih di Batu tidak bisa digolongkan dalam tipe Perancis atau Inggris. Korporasi privat dan publik menguasai/memperoleh alokasi manajemen sumber daya air cukup besar sedangkan pemda tidak memperoleh pendapatan yang berarti. Berbeda atas HIPPAM/PAM, pemda membebaskan charge atas korporasi sehingga jumlahnya bisa dihitung sebagai subsidi atau kerugian dalam manajemen sumber daya air. Privatisasi juga menjelaskan krisis air di tengah ketersediaan yang besar.
Model kebijakan privatisasi air bersih yang direkayasa terdiri atas tiga (sub) model yaitu; 1) model demografi, kebutuhan dan ketersediaan air bersih, 2) model alokasi manajemen dan privatisasi air bersih, 3) model eksploitasi air bersih. Model ke-1 mengikuti struktur umpan balik positif. Model demografi mengikuti struktur akselerasi; model ketersediaan air bersih mengikuti struktur degradasi. Model menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi adalah variabel dominan peningkatan kebutuhan air bersih domestik. Intervensi demografis adalah krusiai. Pemanfaatan lahan mengakibatkan penurunan luas catchment dan recharge area sehingga mengakibatkan penurunan ketersediaan air. Model ke-2 menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih melampaui jumlah kebutuhan domestik. Intervensi struktural atas skenario kebijakan manajemen publik atau privat (korporasi) menunjukkan perbedaan pemenuhan kebutuhan dan pendapatan dari air bersih. Model ke-3 menunjukkan model kesulitan bersama.
Model bisa memandu kebijakan manajemen keterbatasan, eksploitasi dan konsumsi sumber daya air untuk membuka jalan keadilan, layanan lebih balk, kompetisi, mengutamakan kepentingan masyarakat dan menghalangi dominansi privat. Kontrol pemda atas alokasi (jumlah, kualitas, durasi) manajemen harga, dan retribusi air adalah prasyarat untuk memastikan manfaat jangka panjang dan eliminasi mudlaratnya.Model yang di rekomendasikan adalah : 1 Privatisasi terbatas (Korporasi Municipal dan kontrak manajemen), Swakelola
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak: 330 - K
Nomor Panggil: 330.09 Han K
Eksemplar: 4
No. Kode Status
1. 19P16014 Tersedia
2. 19P16013 Tidak Dipinjamkan
3. 19P16366 Tersedia
4. 19P16365 Tersedia