ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
KONDISI EKONOMI MASYARAKAT YANG BERHAK ATAS OBJEK PENGADAAN TANAH PEMBANGUNAN BANDARA NEW YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (STUDI DI DUSUN KEPEK DAN DUSUN BAPANGAN DESA GLAGAH KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO
Pengarang: QUSNUL SYAMSUDIN DWI SAPUTRO
Penerbit: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN STPN
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2018
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: xiv.43 hlm, ; ilus,
Kolasi: -
Subjek: Ekonomi;Sosial;Kondisi
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Permasalahan dalaln pengadaan tanah secara runum adalah pelaksanaan tahap ganti rugi setelah pelepasan tanah dimana secara keseluruhan memilih ganti nigi berupa uang. Masyarakat yang berhak atas objek pengadaan tanah bandara mengalami kehilangan nunah dan lahan dan mendapat ganti lugi, akan tetapi tidak menjadikan masyarakat mendapat perubahan yang baik dalam meningkatkan kehidupan mereka dari yang sebelumnya. Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport di Kecalnatan Temon Kabupaten Kulon Progo juga mengalami perubahan kondisi sosial ekonomi bagi masyarakat yang terkena objek pengadaan tanah bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran informasi mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berhak atas objek pengadaan tanah untuk pembangunan Bandara NYIA. Instrumen untuk menguunpulkan data adalah dengan rnengguuiakan lembar kuesioner dan wawancara sebagai data kualitatif dan menggunakan studi dokumen dan lapangan. Desa Glagah yang menipakan salah satu desa yang menjadi objek pengadaan tanah khususnya Dustin Kepek dan Dusun Bapangan yang wilayahnya habis terkena dampak pembangunan Bandara NYIA ditandai dengan masyarakatnya yang melniliki pekerjaan sebagai petani, pedagang, buruh hari.an lepas, dan lain-lain. Dimana, setelah pelepasan hak atas tanahnya menjadi objek pengadaan tanah bandara menjadikan sebagian masyarakat lnengalami kehilangan rurrlah dan lahan. Pillak bandara memberikan ganti rugi kepada masyarakat terhadap penggunaan lahan mereka, kemudian dignlnakan masyarakat untuk membeli tanah dan membangun rrunah di lokasi relokasi yang disediakan oleh pihak pemerintah desa. Relokasi tersebut menimbulkan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sehingga harus melakukan adaptasi di tempat yang banr. Adaptasi dalam kehidupan sosial termasuk partisipasi dalam organisasi sosial, dan menjaga hubungan baik dengan kerabat lingkungan. Adaptasi dalam kehidupan ekonomi termasuk beberapa upaya seperti mencari mata pencaharian bans dan pekerjaan tambahanserta menyimpan uang untuk ditabung. Diharapkan dengan adanya kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berhak atas objek pengadaan tanah Bandara NYIA dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kata Kunci : kondisi, sosial, ekonomi
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Referensi
Nomor Rak: 330 - K
Nomor Panggil: 333 Sya K
Eksemplar: 1
No. Kode Status
1. 18H0536 Tidak Dipinjamkan