ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
PENCETAKAN SAWAH BARU DAN PUNGUTAN ASET TANAH PETANI DALAM UPAYA MENCIPTAKAN KETAHANAN PANGAN (STUDI DESA MASTA KEC. BAKARANGAN KAB. TAPIN KALIAMNTAN SELATAN)
Pengarang: FAHRULLAH RAHMADANI
Penerbit: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN STPN
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2018
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xiv,70 hlm, ; ilus, ; 30 cm
Subjek: Penataan Pertanahan;Cetak Sawah;Ketahanan Pangan;Berkelanjutan
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Pencetakan Sawah baru bukanlah kebijakan baru. Kebijakan yang diambil sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi pangan nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan. Kebijakan i.ni lebih sering dilihat dari aspek fisik terciptanya sawah tetapi belum menyentuh bagaimana terciptanya masyarakat tani yang memiliki hubungan penguasaan dengan tanahnya. Hambatan mewujudkan sawah selalu mengenai permasalahan penguasaan tanah, kemampuan dan kesesuaian tanah, ketidaktepatan penetapan lokasi,juga minimnya keterscdiaan dan kemampuan petani. Penataan pertanahan yang seharusnya menjadi instrumen pengendali pemanfaatan tanah sayangnya tidak digunakan sebagai pertimbangan mewuj udkan tanah untuk tanaman pangan berkelanjutan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui penentuan lokasi dan calon petani agar dalarn perencanaan program pencetakan sawah dapat sesuai dengan ketentuan penataan pertanahan. 2) Mengetahui pola penguasaan dan pemilikan sebclum dan setelah program pencetakan sawah agar dapat rnenilai potensi kerawanan terjadinya perubahan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. 3) Mengetahul peran Kementerian ATRBPN dalam pencetakan sawah ini agar pelaksanaan penguatan aset tanah petani kedepan dapat sejalan dengan ketentuan penataan pertanahannya. Mencapai tuj uan tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriftif yang akan nienggambarkan gejala dan fenomena yang terjadi didukung data spasial dan i sudut pandang pertanahan.

Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat penentuan lokasi yang tidak tepat rnengakibatkan kondisi lahan sawah menjadi tergenang banjir dan beberapa petani tidak berdomisili di Desa Masta sehingga setelah 2 tahun tercetak produksi padi masih belum menghasilkan dan sawahnya kembali menjadi belukar. 2) Pola Penguasaan Tanah setelah dicetak akan cenderung mengikuti pola penguasaan tanah sebelum dicetak, kccuali adanya peluang pengaturan penguasaan tanah yang berasal dari tanah negara. 3) Penguatan aset tanah petani dilaksanakan untuk melindungri petani, juga sebagai bentuk pengendali alih fungsi pcnggunaan tanah, hal ini sesuai dengan ketentuan penataan pertanahan terhadap lahan yang berpotensi menjadi lahan tanaman pangan berkelanjutan.


Kata Kunci : Cetak Sawah, Ketahanan Pangan, Berkelanjutan, Penataan Pertanahan
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Referensi
Nomor Rak: 330 - P
Nomor Panggil: 333 Rah P
Eksemplar: 1
No. Kode Status
1. 18H0537 Tidak Dipinjamkan