ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
EKSISTENSI SULTAN GROUND DI DESA CATURTUNGGAL KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960
Pengarang: SIGIT PRAMULIANTO
Penerbit: STPN
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2000
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: -
Kolasi: xiv, 63 hlm.: ilus.; 29 cm
Subjek: -
Jenis Bahan: Skripsi
Abstrak:
Pemberlakuan Undang-Unda.ng Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria merombak hukum Agrarialhukum tanah Indonesia serta hukum adat termasuk hukum adat tentang tanah yang berada di daerah bekas swapraja Hal ini menyebabkan tanah swapraja dengan sendirinya hapus dan dikuasai negara yang ditegaskan dalam diktum Keempat huruf A UUPA. Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengetahui apakah tanah Sultan Ground di Propinsi Daerah Swapraja juga hapus menjadi tanah negara ataukah masih diakui eksistensinya dan faktor-faktor apa saja yang mendukung eksistensi tersebut. Di samping itu, penelitian ini juga untuk mengetahui status penguasaan Sultan Ground serta penggunaannya oleh masyarakat
Berdasarkan uraian diatas penulis memilih judul skripsi "Eksistensi Sultan Ground di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Propinsi Daerali Yogyakarta setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 " dengan pokok permasalahan adalah "Apakah tanah-tanah bekas Swapraja Keraton Yogyakarta (Sultan Ground) setelah berlakunya UUPA di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta hapus dan beralih menjadi Tanah Negara ?"
Metode penelitian yang dipergunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif; teknik pengumpulan data dengan studi dokumen, kuesioner dan wawancara Jenis data yaitu data primer dan sekunder. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif selanjutnya disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi prosentase.
Dart hasil analisis data penelitian, penulis memperoleh kesinipulan bahwa setelah diberlakukan sepenuhnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 di Propinsi Daerali Istimewa Yogyakarta, tanah-tanah bekas Swapraja Keraton Yogyakarta (Sultan Ground) di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman masih diakui eksistensinya dan tidak hapus serta beralih menjadi Tanah Negara. Faktor-faktor yang mendukung antara lain adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 dan adaf istiadat yang masih dipegang teguh oleh masyarakat bahwa tanah Keraton Yogyakarta (Sultan Ground) yang mereka tempati adalah "kagungan Ndalem". Status penguasaannya saat ini untuk tanah Sultan Ground yang langsung dikuasai pihak Keraton Yogyakarta sudah dikonversi menjadi Hak Milik dan jugs ada yang sudah dialihkan kepihak lain menjadi Hak Guna Bangunan, sedangkan Sultan Ground yang dikuasai masyarakat dengan status magersari. Penggunaan tanah Sultan Ground kebanyakan digunakan untuk perumahan serta tempat usaha Dengan status yang ada sekarang ini bagi masyarakat yang menempati Sultan Ground belum menjamin adanya kepastian hukum sehingga perlu dipikirkan jalan keluarnya khususnya oleh Badan Pertanalian Nasional.

Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak: 340 - E
Nomor Panggil: 346 Pra E
Eksemplar: 1
No. Kode Status
1. 17H0298 Tersedia