ONLINE PUBLIC ACCESS CATALOG

DETAIL KOLEKSI
 

Klik untuk membesarkan
Filosofi, Asas, Ajaran, Teori Hukum Pertanahan dan Agraria
Pengarang: Herman Soesangobeng
Penerbit: STPN Press
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2012
Bahasa: Indonesia
ISBN/ISSN: 978-602-7894-02-0
Kolasi: xxvi 341 hlm.: 23 cm
Subjek: Teori Hukum Pertanahan
Jenis Bahan: Buku
Abstrak:
Membaca Filosofi, Asas, Ajaran, Teori Hukum Pertanahan dan Agraria yang ditulis rekan senior Dr. Herman Soesangobeng, maka jelaslah ia sedang menarik suatu pengetahuan dari pengalaman, sejarah, dan dari pengembaraan pembacaan yang komprehensif atas dinamika problematika pertanahan dan keagrariaan di bumi pertiwi Indonesia, yang akhirnya bermuara pada penyikapannya atas dasar kearifan dan kecintaannya yang mendalam atas manusia petani, penduduk pedesaan, anggota masyarakat, anak bangsa, dan warga Negara Republik Indonesia yang kesemuanya itu sungguh beruntung karena telah memiliki modal konstitusi, yang tak ternilai berupa Undang-Undang Dasar 1945, Falsafah Pancasila, Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, dan Tap MPR no.IX/2001.

Hukum Pertanahan yang penulis ajukan, sesuai dengan amanat yang termaktub dalam UUPA haruslah berjangkar pada hukum adat pertanahan itu sendiri yang hidup dalam kelompok-kelompok masyarakat yang bersangkutan. Tentu saja kita tak perlu menghindari atau bahkan mengabaikan atau mengingkari amanat UUPA dengan ini dalih "tradisi adalah perumusan sisa, setelah segala yang baik dirumuskan sebagai modern".

Pandangan polaritas masyarakat tradisional dan modern ini harus ditinjau ulang secara kritis, apalagi kesadaran tentang "kearifan lokal" sebagai contoh, maka sesungguhnya telah merebak relatif lama terkait isu tentang keterbatasan daya dukung lingkungan untuk mewadahi perkembangan yang timbul. Artinya perlu digagas semacam modus dengan tradisi hukum pertanahan dengan perspektif baru dengan rasa hormat yang baru, sehingga tradisi tidak harus menjadi sandera, tetapi ia bisa berdampingan dengan modernitas. Dan sebaliknya, modernisasi juga dapat memperkuat tradisi. Jangan lupa. Apa yang yang disebut modern pun dalam kenyataannya adalah percampuran atau akulturasi antara tradisonal dan modern.

Diterbitkan pertama kali dalam bahasa Indonesia oleh STPN Press, Desember 2012
Penulis : Herman Soesanggobeng
Kata Pengantar : Prof. Dr. Endriatmo Soetarto, MA.
Editor : Dr. Tjahjo Arianto, S.H., M.Hum.
Layout : Deeje
Cover : Laiq El
Pratinjau Google: Tidak ada
Lampiran: -
 
KETERSEDIAAN
 
Lokasi: Ruang Baca
Nomor Rak: 340 - F
Nomor Panggil: 346.04 Soe F
Eksemplar: 20
No. Kode Status
1. 12S9860 Tersedia
2. 12S9861 Tersedia
3. 12S9862 Tersedia
4. 12S9863 Tersedia
5. 12S9864 Tersedia
6. 12S9865 Tersedia
7. 12S9866 Tersedia
8. 12S9867 Tersedia
9. 12S9868 Tersedia
10. 12S8969 Tersedia
11. 12S9870 Tersedia
12. 12S9871 Tersedia
13. 12S9872 Tersedia
14. 12S9853 Tersedia
15. 12S9854 Tersedia
16. 12S9856 Tersedia
17. 12s9857 Sedang dipinjam sampai 25 Maret 2019
18. 12s9858 Sedang dipinjam sampai 9 Agustus 2021
19. 12s9859 Tersedia
20. 19S16250 Tersedia